Jumat, 27 Januari 2012

Belajar jadi tante

Menjadi tante itu menyenangkan sekaligus menyedihkan. Punya ponakan untuk yang pertama kalinya, saya harus banyak belajar. Belajar untuk SABAAAARR!
Behubung ponakan - IRSYAD- (April nanti 2 tahun) masih aktif-aktifnya sang tante pun harus kuat-kuat mengasuhnya.

Tante: sad itu ikannya ngapain ya?
Irsyad: ikan bobo
(sambil menunjuk ikan goreng di piring)

Tante: sad, yuk kita liat ikan di kolam?
Irsyad: ikan minum
(sambil menabur pelet ikan)

Tante: sad, berhitung yaa.. SA..
Irsyad: TU..
Tante: Du..
Irsyad: AA..
Tante: TI..
Irsyad: Gaa..
Tante: EM
Irsyad: PAAAATT
Tante: LI..
Irsyad: MA..
Tante: E...
Irsyad: NAAAAAMMM...
Tante: jadi.. satu dua tiga empaat..
Irsyad: catu-nam, catu-nam, catuuu-naaaam
(sambil loncat2 kegirangan di springbed)

Tante: Irsyaaaad! jangan dikeluarrin
Iryad: (muntahin makanan)
Tante: ASTAGAA... Ini siapa sih yang nakal??
Irsyad: BUDIIIII..
(menunjuk seseorang yang seharusnya dipanggil om)

Tante: Irsyad mau duren? (sambil ngupas duren)
Irsyad: aauuu, wiwiiiin (mau, duren)
Tante: ni, pegang sendiri
Irsyad: (makan duren)
Tante: kok berenti?
Irsyad: Acem (asem)

Dunia anak memang mengasikkan, lihat saja Irsyad sepeti di atas. Walaupun dia melakukan kesalahan besar, pasti tidak ada yang akan memukul nya, memarahinya, atau memusuhinya. Namanya juga anak-anaaak, pasti semua orang bilang begitu. Bebas melakukan apa saja, mecahin toples, lempar hp, numpahin air/ makanan, gambarin dinding n karpet, gunting gorden, mencopot tuts laptop, dll. Paling cuma bisa mengaduh, haduuuuh,,, jangaaaaan, tuh kaaaan, dkk. coba orang dewasa, heuuu bisa dipidanakan, atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, hwehehehee..

Duh ngomongin Irsyad jadi kangen masa kecil.
Hidup ga ada beban
Beban paling besar itu cuma ujian cawu atau kenaikan kelas, selebihnya maeeeennn...
Mau banget kembali ke masa-masa itu, seandainya ada mesin waktu. Saya pinjem deh sehari :p










Kamis, 05 Januari 2012

Duaribusebelas ke Duaribuduabelas

Happy New Year semuanya...
Tinggalkan yang lama ambil yang baru :))


Tahun baru kali ini saya habiskan lagi-lagi di pantai. Kalau tahun kemarin di Ujung Genteng, tahun ini di Sawarna. Sama-sama di Banten. Pantai selatan Jawa.
Perjalanan menuju Sawarna ini lumayan membuat capek. Bayangkan saya dan rombongan start dari Bogor itu sekitar jam 12 malam, tibanya di Sawarna keesokan pagi sekitar pukul 9 pagi. Memang sih kita banyak singgah-singgah, sekalian menjemput teman-teman yang tempat jemputnya bertebaran di mana-mana. Ada yang di Gunung Putri (Bogor), Kwitang, Pasar Festival, dll. Sempet muter-muter Djakarta dulu intinya. Memang perjalanan yang panjang, heheee..

Begitu sampai di Sawarna, deretan mobil ber-plat B terlihat menjejeri bahu jalan yang sempit. Suasana ramai sekali. Kami langsung menuju rumah pemilik penginapan yang sudah di-booking sebelumnya. Sarapan trus langsung deh menuju penginapan. Penginapan kami namanya Saung Chlara. Tempatnya lumayan nyaman, bangunan berdinding bambu, dan lokasinya dekat dengan pantai. Jadilah kami semua merebahkan diri di kasur dan tidur sampai siang. Istirahat bobo untuk menyegarkan badan :)

Sekitar pukul 13.00 kami bersiap-siap untuk menjelajah. Petualangan segera dimulai kawaan. Tujuan jelajah kami yang pertama adalah Goa Lalay. Goa ini letaknya tidak jauh dari pantai. Cukup jalan kaki selama setengah jam kita suda sampai di mulut gua. Untung.. sebelumnya saya sudah membawa senter. Jadinya eksplor gua kali ini terfasilitasi. Kami menggunakan jasa guide untuk jalan-jalan di gua ini. Mulut gua agak unik. Mulutnya besar dan kita langsung disambut dengan aliran sungai desar yang mengalir. Jadi sudah terbayang bahwa perjalanan akan mengubek-ubek aliran tersebut. Suasana dalam gua, mirip pada gua-gua pada umumnya. Stalaktit dan stalakmit terlihat di langit-langit dan dasar gua. Ada pilar-pilar dan ornamen gua. Namun, di gua ini bau guano kelelawar tidak terlalu menyengat, jadi saya bisa bernafas dengan lega. Malah, sebagian dari teman-teman menyalakan rokok di dalamnya. Setelah berjalan sekitar lima belas menit, kami semua tiba di chamber yang besar dan menurut guide disitulah titik akhir perjalanan. Sbenarnya gua ini masih bisa dijelajahi tapi jalurnya sempit. Masih menurut guide gua ini belum pernah di eksplorasi dan dipetakan. Namun, menurut cerita-cerita masyarakat sekitar, gua ini tidak memiliki ujung, wallahualam...


Perjalanan menuju Goa Lalay
Pintu masuk Goa Lalay
Setelah puas berfoto-foto kami mengambil arah pulang dan menuju tempat selanjutnya, pantaaai.. :)
Di pantai terlihat para pelancong mulai memadati areal pantai. Semua terlihat bergembira. Ada yang main bola, mandi air laut, surfing, ngobrol-ngobrol, dsb. Saya memilih yang paling enak.. Jajan Bakso dan kelapa muda. Jhahhahaa..

Puas di pantai kami kembali ke penginapan. Teman-teman mulai menyiapkan ikan bakar. Sebagian lagi bermain poker. Ini nih yang paling saya suka.. Permainan internasional "POKER", Hahhaa.. malam yang menyenangkan.. Gila makan ikan bakar sampai mabok.. Bayangkan benar-benar cuma ikan bakar, tidak ada nasi, lalap, dan sambel. Mabok ikan deh.. ckckckckk

Malam semakin beranjak, semakin menuju pukul 12.00, menuju pergantian tahun. Tanpa dikomando, kami memutuskan untuk tidur. Save energi ceritanya. Pukul 11.30 sebagian dari kami bangun dan bersiap-siap ke pantai. Teman yang masih tidur, sudah ditinggal saja, hahhaa..

Pantai sudah ramai sekali.. seperti pasar malam. Semakin menuju pukul 12 semakin ramai. Dan begitu detik-detik pergantian tahun. Tiba-tiba gerimis.. dan tiba-tiba hujan besaaaaar.. hahaahahahaaaa... kacau. Semua orang berlarian mencari tempat berteduh. Saya dan teman-temanpun akhirnya terpisah-pisah. Untung saya ada temannya. Kami tepisah berdua, eaaaa...  Tidak lama tiba di saung tempat berteduh, bunyi terompet terdengar dimana-mana. Hahahaaa. Pas sekali. Pas hujan maksudnya. Jadi kembang api dinyalakan dari saung-saung. Begitu juga terompet, laser dan teman-temannya. Hhahahaa...
Gagal deh motoin kembang api. Benar-benar tahun baru yang menyedihkan. Pas hujan gitu.. Tapi berkesan.. berkesan karena hujannya.. ckckckckkk..

Sudah deh, langsung 2012 saja. Tidak sempat "make a wish" dan sodara-sodaranya. ketutup sama hujan. Hhahaaaa..

Paginya.. eksplor Sawarna lagi kita. Kali ini susur pantai. susur sekitar 1km ke sebelah kiri Sawarna. Di tengah jalan sempat kena hujan lagi.. memang ya akhir tahun musimnya hujan ckckkckk.. tapi sampai juga di tempat favorit Sawarna lainnya. Namanya pantai Tanjung Layar. Indah memang.. jadi di dekat bibir pantai ada dua pulau kecil menjulang. Sangat pas untuk dijadikan objek foto. and than.. sudah jelas.. FOTO-FOTO laaah, hehehheee.

Pantai Tanjung Layar

Oaia.. ada satu kejadian mistis saat kami ke Goa Lalay.
Ceritanya begini. #dikisahkan kembali dari yang mengalami
Jadi sebelum berangkat ke Gua Lalay teman-teman sempat ngobrol-ngobrol tentang rokok samsu yang mereka bawa. Dayu menyeletuk. "eh rokok ini kan biasanya bwt sesajen". Teman yang lain menanggapi biasa saja. Memang harusnya biasa saja ya..
Naaah. Jadi.. teman bernama Dayu tadi membawa sebungkus rokok samsu baru dan dimasukkan ke dalam tas kecil selempangnya. Lalu ada lagi Doni, rokoknya dimasukkan ke dalam saku. Di dalam goa mereka merokok, saya pun menyaksikannya. Dayu dan Doni yakin sekali bungkus rokoknya tetap ada di tempatnya masing-masing. Bahkan Dayu sangat yakin begitu keluar dari gua dia masih melihat bungkus rokoknya.
Keanehan pun terjadi. Baru beberapa langkah dari gua, Doni meminta rokok pada Dayu, dan ajaib rokok dan bungkus-bungkusnya hilang. Hilang dari tas Dayu. trus Doni mengambil rokoknya yang di saku. Bungkus rokoknya ada tapi isinya hilang setengah! mereka berdua pun kebingungan. Rokok Dayu kemana? setengah rokok Doni kemana?? weeerrrrr.... #merinding dulu ah

Cerita seremnya saya cukupkan saja yah.. Karna saya juga sebenarnya agak-agak serem menuliskan ini.
_____________________________________________________

Oke, lanjut..
Sore hari tgl 1-1-2012 pukul 17.45 sore kami semua beranjak meninggalkan Sawarna
Ayeeey.. Perjalanan panjang nan melelahkan dimulai kembali :(
Walhasil baru sekitar pukul 1 malam saya tiba dikosan dengan selamat wal afiat..

OVERALL

Tahun baru yang berkesaaaan... Hahhaa..
Teman-teman baru, hujan dipergantian tahun, misteri Gua Lalay, dll.
See U Next Year :)) Semoga dengan cerita yang lebih berkesan.. Amiiienn..

Akhir kata..
Special thanks bwt teman-teman tahun baruan kemarin: Anto, Aris, Cikun, Jo, Trimi, Dek Niken, Gaol, Dodi, Dayu, Tegang, Doni, dan Alwin. Senang sekali menghabiskan pergantian tahun bersama kalian :).


Jumat, 30 Desember 2011

Palu nan berkesan

Ke Sulawesi? Palu?
Suatu kenangan yang tidak terlupakan. Niat untuk mengunjungi pulau tersebut Alhamdulillah telah terlaksana.
Banyak sekali hal-hal yang menarik terjadi selama satu minggu aku di sana. Ya, tepatnya di Kota Palu.
Bertemu dengan anak-anak Mahacita Gawalise (Perkumpulan mahasiswa pecinta alam STIE Panca Bhakti Palu) adalah suatu pertemuan yang sangat berkesan.
Sebenarnya awal tujuan ke Palu adalah untuk keperluan riset rotan. Riset sekalian jelajah Palu, kira-kira begitu, hehehee. Waktu seminggu yang dialokasikan ternyata sangat kurang. Belum sempat kesana-kemari, kuliner sana-sini, eeh sudah mesti kembali ke Bogor. Tapi gpp, mungkin di lain waktu ada kesempatan lagi..
Oke, ceritanya dimulai saja..
Hari pertama tiba di Palu, sudah malam sekali, sekitar pukul 23.00 WITA. Langsung dijemput teman-teman Mahacita untuk diungsikan ke sekret mereka. Sempat diajak berkeliling kota Palu sebentar, melewati Pantai Talise, melewati jembatan kembar kebanggaan Palu, jajanan lelaki Palu, dan memandangi G.Gawalise diwaktu malam. Setelah berkeliling, aku langsung beranjak ke rumah Nana, teman dari Mahacita.

Keesokan harinya, bertepatan dengan aksi sosial teman-teman Mahacita untuk menyerahkan bantuan bencana longsor ke daerah Kulawi, maka aku pun ikutserta. Sekitar pukul 12.00 WITA berangkatlah rombongan menuju Kulawi. Perjalanan cukup panjang kira-kira 2 jam kami lalui, tidak terasa lama bagi saya, karena selama perjalanan dimanjakan oleh panorama daerah Palu, maklum baru pertama kali, hehehee. Daerah-daerah yang saya ingat yaitu pemandangan Gunung Nokilalaki dan jalur masuk danau Lindu. Huah.. Ingin sekali rasanya mampir. Terutama Danau Lindu, yang merupakan danau yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu. Setelah melewati daerah ini, jalanan mulai menanjak, berkelok-kelok, khas pegunungan. Kalau di Bogor terasa seperti jalanan Puncak, bedanya jalannya lebih sempit dan hutannya yang masih terasa sekali. Bosan dengan duduk manis di mobil, saya pun minta pindah ke motor dan diboncengi oleh Dior. Nah, dibonceng begini baru terasa di pegunungannya. Udara lebih sejuk dan jalanan berbatu-batu. Tidak lama kemudian tibalah kami di lokasi bencana. Whaaaw.. Merinding saya melihatnya. batu-batu seukuran rumah menimpa pemukiman warga, banyak rumah yang rata dengan tanah, dan beberapa lagi tinggal atapnya saja. Sebanyak 6 orang warga meninggal akibat bencana ini.

Suasana bencana longsor Kulawi
Hari selanjutnya kami lalui dengan melakukan riset rotan, diantaranya dengan wawancara langsung dengan petani rotan. Perjalanan yang sangat melelahkan. Butuh waktu sekitar 3 jam berkendara untuk tiba di lokasi, yaitu Desa Gunung Potong, Tangoa, Palolo. Desa ini terletak di kaki Gunung Nokilalaki. Malam saat ngobrol dengan petani terasa hawanya dingin sekali. Lebih dingin dari Puncak sepertinya. Satu hal yang sangat berkesan, yaitu sajian makan malamnya. Tau umbut kelapa? nah umbut kelapa yang rasanya seperti rebung dipotong-potong, kemudian disayur kuah dengan ikan segar. Wuahh terasa sekali sedapnya. Saya sampai nambah 2 kali. Mantap! Setelah makan lanjut dengan sagero/ saguer, minuman dari nira yang sudah difermentasi. Rasanya agak pahit dan beralkohol, wajar saja baru minum sedikit perut rasanya langsung panas, hahahhaaa..

Malam berkesan lainnya, nongkrong di Pantai Talise. Pemandangan kerlap-kerlip Kota Palu dengan jembatan kembarnya, udara semilir, pisang bakar, dan minuman khas Palu (mirip bandrek). Sambil ngobrol ngalur ngidul dengan teman-teman. Segaaaaaaaar..

Coto Maros, nah ini lagi. Kuah kental dengan potongan daging sesuai selera. Pembeli bisa memilih sendiri mau bagian apa, ada usus, gajih, hati, daging, babat, dll. Tapi, saya milih daging saja. Ya ampuun, rasanya mantap banget. Gurih dan segar. Makannya agak unik, ketupatnya dimasukkan langsung ke dalam mangkok, jadi makan nasi bareng kuahnya sekaligus, hhhaa.. harganya cukup murah lagi, cukup Rp. 15.000 saja kita bisa menikmati coto sampai kenyang...

Oia, dilain waktu, saya juga berkesempatan menyicipi Uvem poi. Apa ya.. sejenis soto juga, tapi rasanya kaldu banget dan pedas. Isinya potongan babat sapi gitu. makannya bareng nasi jagung. Nah ini yang unik. Nasi jagungnya itu, jarang sekali ada di Bogor. Makannya di kebun langsung, di kaki Gunung Gawalise. Terimakasih Kak Man jamuan Uvem poinya..

Uvem poi dengan nasi jagung
Trus, saya juga kesampaian nyobain Binte, sejenis makanan khas daerah sana. Mirip bubur jagung pipil. Enak. Satu-satunya hal yang agak menggelitik di Palu adalah oleh-oleh khasnya itu cuma bawang goreng dan kayu hitam/ eboni. Bisa kebayang, oleh-olehnya cuma itu, hhahaa..

Memang kata-kata itu tidak cukup untuk menggambarkan semua yang dialami/ rasakan. Saya sertakan foto juga agaknya kurang mewakili. Tapi gpp, biar saya katakan: Palu sangat mengesankan. Kotanya, kulinernya, teman-temannya, sampai oleh-olehnya, hehhee.
Very very special thanks for teman-teman Mahacita Gawalise, Nana, K Nancy, K Yuli, Dior, K Man, K Budjel, Aldy, K Kunil, Amar, K Embong, K Polo, K Ari, K Bukor, dll; Mapascal, Gagak, Alo, Kadal, Kelabang, Muti-lasi, dll yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Sayonara Mahacita Gawalise

Akhirnya dengan berat hati, setelah satu minggu full di sana, saya harus kembali ke Bogor.
Bye-bye Palu
Sebenarnya masih penasaran dengan sayur kelornya :(


Kamis, 29 Desember 2011

Hujan Desember

Desember musimnya hujan, di Bogor hujan sudah tidak kenal musim. Tapi pas Desember ini, hujan menjadi kebangetan, nyaris setiap hari. Efeknya banyak sekali, mulai dari laron yang beranak pinak, katak masuk kosan, jalanan becek, dll. Lebih dari itu semua, hujan membuat kualitas hidup saya menurun.

Hujan bersinergi dengan udara dingin. Suhu lingkungan juga dingin. Ini dia masalahnya..
Kalau saja saya tidak punya penyakit dengan dingin, tentu kondisi dingin malah menjadi menyenangkan. Tidur jadi lebih nyenyak dan tidak usah kepanasan. Berbalik pada saya. Suasana dingin itu seolah kubangan kegelisahan. Kalau hujan, pasti dingin, alergi kumat, hidung mampet, bindeng, bersin-bersin all the time, nyaris tidak bisa tidur. Masalah bukan?

Kalau lagi alergi kumat, tak ada yang bisa dilakukan. Hanya berbaring.
Sungguh mengganggu.
Anehnya kalau lagi kumat, di antara alis akan ada bercak kecoklatan seperti gadis-gadis India. Aneh..
Kalau garisnya masih ada berarti kondisi tubuh belum normal.

Sebenarnya ga asik menjelek-jelekkan hujan, karena kadang hujan menyenangkan :)

Selasa, 27 Desember 2011

Lagi demen dangdut koplo

Dangdut?
What??
Musik sejuta umat sie kayaknya, tapi jujur aliran musik ini slalu masuk ke dalam playlist mp3 saya. Mau di handphone atau laptop yang penting dangduuut...
Aliran dangdut yang lagi ngehits jaman sekarang itu menurut saya dangdut koplo. Agak-agak nge-rap gitu, hentakan musiknya keras dan liriknya berani. Pokoknya asik buat goyang, hehehee..
Salah satu lagu dangdut koplo favorit saya akhir-akhir ini judulnya "Jangan Ganggu Pacarku" dinyanyiin oleh Lolita. Irama lagunya asik dan asli bikin badan refleks goyang.. Kalau lagi suntuk atau lagi malas mandi, dengerin saja lagu ini pasti jadinya semangat, asli!

Sebenarnya menikmati lagu ini tanpa mendengar musiknya langsung kurang asik. Tapi ga papa lah, biar juga saya punya catatan liriknya di blog, hehhe
Ini dia, Lolita, Jangan Ganggu Pacarku

Aku cinta dia
Aku sayang sama dia
Ku harap kau mengerti
Tentang perasaanku
Sungguh ku mencintanya

Reff :
Jangan ganggu pacarku
Jangan rayu pacarku
Bila kau memang sahabatku
Jangan ganggu pacarku
Jangan sentuh pacarku
Nanti aku jadi cemburu

Jangan kau mencoba
Mendekati pacarku
Ku mohon kau menjauh
Agar tak bisa ganggu
Pacarku yang kau mau

Asik kan?
Kalau mau denger lagunya langsung bisa dicari dimana-mana, banyak kok..
Sudah ah sekian dulu
#dengerin mp3 lagi

Minggu, 04 Desember 2011

I would change

Bahagia itu.. saat dinyatakan lulus ujian sidang sarjana
Bahagia itu.. saat melihat orangatua pulang menunaikan ibadah haji
Bahagia itu.. saat melihatnya came to me di stasiun

Sedih itu.. saat menyaksikan diri sendiri menjadi pecundang

Suatu pembelajaran.. slalu langkahkan kaki sesuai kata hati

Selasa, 29 November 2011

Oow.. hanyalah untukmu


HANYALAH UNTUKMU

Semua yang ada padaku
Semuanya tentang dirimu
Bagai melodi yang indah
Tercipta untukku
Hanyalah untukku
Apakah kau merasakan seperti apa yang kurasa
Jika cinta ini nyata kan kucinta dirimu seumur hidupku
Setiap waktu yang kupunya
Hanya tuk memikirkanmu
Hidupku untuk kau saja
Hasrat dan mimpiku.. mimpiku
Apakah kau merasakan seperti apa yang kurasa
Jika cinta ini nyata kan kucinta dirimu seumur hidupku
Adakah secercah cintamu untukku
Hingga detik ini kumasih menunggu
Apakah kau merasakan seperti apa yang kurasa
Jika cinta ini nyata kan kucinta dirimu selalu
Apakah kau merasakan seperti apa yang kurasa
Jika cinta ini nyata kan kucinta dirimu seumur hidupku
Apakah kau merasa.. seperti yang kurasa..